Selasa, 11 Oktober 2011

TOPOLOGI JARINGAN



 

Topolgoi Bus


bus 
Pada topologi Bus, kedua unjung jaringan harus diakhiri dengan sebuah terminator. Barel connector dapat digunakan untuk memperluasnya. Jaringan hanya terdiri dari satu saluran kabel yang menggunakan kabel BNC. Komputer yang ingin terhubung ke jaringan dapat mengkaitkan dirinya dengan mentap Ethernetnya sepanjang kabel. Linear Bus: Layout ini termasuk layout yang umum. Satu kabel utama menghubungkan tiap simpul, ke saluran tunggal komputer yang mengaksesnya ujung dengan ujung. Masing-masing simpul dihubungkan ke dua simpul lainnya, kecuali mesin di salah satu ujung kabel, yang masing-masing hanya terhubung ke satu simpul lainnya. Topologi ini seringkali dijumpai pada sistem client/server, dimana salah satu mesin pada jaringan tersebut difungsikan sebagai File Server, yang berarti bahwa mesin tersebut dikhususkan hanya untuk pendistribusian data dan biasanya tidak digunakan untuk pemrosesan informasi. Instalasi jaringan Bus sangat sederhana, murah dan maksimal terdiri atas 5-7 komputer. Kesulitan yang sering dihadapi adalah kemungkinan terjadinya tabrakan data karena mekanisme jaringan relatif sederhana dan jika salah satu node putus maka akan mengganggu kinerja dan trafik seluruh jaringan.
* Keunggulan topologi Bus adalah pengembangan jaringan atau penambahan workstation baru dapat dilakukan dengan mudah tanpa mengganggu workstation lain. Kelemahan dari topologi ini adalah bila terdapat gangguan di sepanjang kabel pusat maka keseluruhan jaringan akan mengalami gangguan.
Topologi linear bus merupakan topologi yang banyak dipergunakan pada masa penggunaan kabel Coaxial menjamur. Dengan menggunakan T-Connector (dengan terminator 50ohm pada ujung network), maka komputer atau perangkat jaringan lainnya bisa dengan mudah dihubungkan satu sama lain. Kesulitan utama dari penggunaan kabel coaxial adalah sulit untuk mengukur apakah kabel coaxial yang dipergunakan benar-benar matching atau tidak. Karena kalau tidak sungguh-sungguh diukur secara benar akan merusak NIC (network interface card) yang dipergunakan dan kinerja jaringan menjadi terhambat, tidak mencapai kemampuan maksimalnya. Topologi ini juga sering digunakan pada jaringan dengan basis fiber optic (yang kemudian digabungkan dengan topologi star untuk menghubungkan dengan client atau node.).

Topologi Star/Bintang


star 
Topologi bintang merupakan bentuk topologi jaringan yang berupa konvergensi dari node tengah ke setiap node atau pengguna. Topologi jaringan bintang termasuk topologi jaringan dengan biaya menengah.
Kelebihan
* Kerusakan pada satu saluran hanya akan mempengaruhi jaringan pada saluran tersebut dan station yang terpaut.
* Tingkat keamanan termasuk tinggi.
* Tahan terhadap lalu lintas jaringan yang sibuk.
* Penambahan dan pengurangan station dapat dilakukan dengan mudah.

Kekurangan
* Jika node tengah mengalami kerusakan, maka seluruh jaringan akan terhenti.

Topologi Ring/Cincin


ring 
Topologi cincin adalah topologi jaringan dimana setiap titik terkoneksi ke dua titik lainnya, membentuk jalur melingkar membentuk cincin. Pada topologi cincin, komunikasi data dapat terganggu jika satu titik mengalami gangguan. Jaringan FDDI mengantisipasi kelemahan ini dengan mengirim data searah jarum jam dan berlawanan dengan arah jarum jam secara bersamaan.

Topologi Mesh


mesh 
Topologi jaringan ini menerapkan hubungan antar sentral secara penuh. Jumlah saluran harus disediakan untuk membentuk jaringan Mesh adalah jumlah sentral dikurangi 1 (n-1, n = jumlah sentral). Tingkat kerumitan jaringan sebanding dengan meningkatnya jumlah sentral yang terpasang. Dengan demikian disamping kurang ekonomis juga relatif mahal dalam pengoperasiannya.

Topologi Tree


tree 
Topologi Jaringan Pohon (Tree) Topologi jaringan ini disebut juga sebagai topologi jaringan bertingkat. Topologi ini biasanya digunakan untuk interkoneksi antar sentral denganhirarki yang berbeda. Untuk hirarki yang lebih rendah digambarkan pada lokasi yang rendah dan semakin keatas mempunyai hirarki semakin tinggi. Topologi jaringan jenis ini cocok digunakan pada sistem jaringan komputer .
Pada jaringan pohon, terdapat beberapa tingkatan simpul (node). Pusat atau simpul yang lebih tinggi tingkatannya, dapat mengatur simpul lain yang lebih rendah tingkatannya. Data yang dikirim perlu melalui simpul pusat terlebih dahulu. Misalnya untuk bergerak dari komputer dengan node-3 kekomputer node-7 seperti halnya pada gambar, data yang ada harus melewati node-3, 5 dan node-6 sebelum berakhir pada node-7. Keungguluan jaringan model pohon seperti ini adalah, dapat terbentuknya suatu kelompok yang dibutuhkan pada setiap saat. Sebagai contoh, perusahaan dapat membentuk kelompok yang terdiri atas terminal pembukuan, serta pada kelompok lain dibentuk untuk terminal penjualan. Adapun kelemahannya adalah, apabila simpul yang lebih tinggi kemudian tidak berfungsi, maka kelompok lainnya yang berada dibawahnya akhirnya juga menjadi tidak efektif. Cara kerja jaringan pohon ini relatif menjadi lambat.

Topologi Linier


linier 
Jaringan komputer dengan topologi linier biasa disebut dengan topologi linier bus, layout ini termasuk layout umum. Satu kabel utama menghubungkan tiap titik koneksi (komputer) yang dihubungkan dengan konektor yang disebut dengan T Connector dan pada ujungnya harus diakhiri dengan sebuah terminator. Konektor yang digunakan bertipe BNC (British Naval Connector), sebenarnya BNC adalah nama konektor bukan nama kabelnya, kabel yang digunakan adalah RG 58 (Kabel Coaxial Thinnet). Installasi dari topologi linier bus ini sangat sederhana dan murah tetapi maksimal terdiri dari 5-7 Komputer.
Tipe konektornya terdiri dari
1. BNC Kabel konektor —> Untuk menghubungkan kabel ke T konektor.
2. BNC T konektor —> Untuk menghubungkan kabel ke komputer.
3. BNC Barrel konektor —> Untuk menyambung 2 kabel BNC.
4. BNC Terminator —> Untuk menandai akhir dari topologi bus.

Keuntungan dan kerugian dari jaringan komputer dengan topologi linier bus adalah :
* Keuntungan, hemat kabel, layout kabel sederhana, mudah dikembangkan, tidak butuh kendali pusat, dan penambahan maupun pengurangan terminal dapat dilakukan tanpa mengganggu operasi yang berjalan.
* Kerugian, deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil, kepadatan lalu lintas tinggi, keamanan data kurang terjamin, kecepatan akan menurun bila jumlah pemakai bertambah, dan diperlukan Repeater untuk jarak jauh.


MENGENAL SOFTWARE KOMPUTER




Definisi
Software adalah kumpulan instruksi  yang berfungsi untuk menjalankan suatu perintah, seperti memberikan informasi tentang hardware, menentukan fungsi hardware, dan menjalankan sistem.
Agar komputer dapat membaca, mengingat, membuat keputusan (membandingkan), menghitung, menyortir, dan menghasilkan keluaran berupa informasi dalam monitor atau
cetakan, komputer harus dapat membaca dan memasukkan program ke dalam memori utamanya. Program adalah instruksi dalam bahasa mesin atau yang dapat dibaca oleh komputer yang dirancang untuk tujuan tertentu sehingga kalau operator menjalankan komputer dan memijat tombol tertentu (misalnya untuk memroses data akuntansi) disebut
dengan program aplikasi (aplication program). Pengertian perangkat lunak menunjuk pada program dan alat bantu lain yang bersifat menambah kemampuan komputer sebagai alat untuk melaksanakan tugas atau operasi tertentu. Program aplikasi dapat dibuat secara khusus untuk memenuhi kebutuhan khusus pula (tailor-made) atau berupa paket yang mempunyai aplikasi umum.
Disebut juga dengan perangkat lunak, merupakan kumpulan beberapa perintah yang dieksekusi oleh mesin komputer dalam menjalankan pekerjaannya. perangkat lunak ini merupakan catatan bagi mesin komputer untuk menyimpan perintah, maupun dokumen serta arsip lainnya.

Merupakan data elektronik yang disimpan sedemikian rupa oleh komputer itu sendiri, data yang disimpan ini dapat berupa program atau instruksi yang akan dijalankan oleh perintah, maupun catatan-catatan yang diperlukan oleh komputer untuk menjalankan perintah yang dijalankannya. Untuk mencapai keinginannya tersebut dirancanglah suatu susunan logika, logika yang disusun ini diolah melalui perangkat lunak, yang disebut juga dengan program beserta data-data yang diolahnya. Pengeloahan pada software ini melibatkan beberapa hal, diantaranya adalah sistem operasi, program, dan data. Software ini mengatur sedemikian rupa sehingga logika yang ada dapat dimengerti oleh mesin komputer.
Jenis
Berdasarkan jenisnya, software dibagi menjadi 3 yaitu :
  • Firmware (BIOS)
  • Sistem Operasi (Windows, Linux, Mac OS, dll)
  • Software Aplikasi (Photoshop, WinAmp, WinZip, dll)
Propietary software
Propietary software adalah perangkat lunak yang tidak bebas atau semi bebas dan tidak terbuka. Pengguna dilarang atau minta ijin atau dikenakan pembatasan lainnya jika menggunakan, mengedarkan atau memodifikasinya. Source code normalnya tidak tersedia. Contoh dari propietary software adalah sistem operasi windows. Jenis software ini yang paling banyak dikenai razia oleh pihak yang berwajib.
Open source software
Pola Open Source lahir karena kebebasan berkarya, tanpa intervensi berpikir dan mengungkapkan apa yang diinginkan dengan menggunakan pengetahuan dan produk yang cocok. Kebebasan menjadi pertimbangan utama ketika dilepas ke publik. Komunitas yang lain mendapat kebebasan untuk belajar, mengutak-ngatik, merevisi ulang, membenarkan ataupun bahkan menyalahkan, tetapi kebebasan ini juga datang bersama dengan tanggung jawab, bukan bebas tanpa tanggung jawab.
Open source software seringkali rancu dengan free software, padahal ada sejumlah hal yang harus dipenuhi bila dianggap sebagai open source software, yaitu bebas didistribusikan tanpa adanya persyaratan royalty, program harus memiliki source code, lisensi harus bisa dimodifikasi dan diturunkan, integrity dari pembuat source code, lisensi tidak mendiskriminasi seseorang atau sekelompok orang, tidak ada diskriminasi melawan area pengembangan, hak cipta pada suatu program harus mampu diaplikasi dan didistribusi kembali oleh siapapun, lisensi tidak mengacu pada spesifikasi suatu produk, lisensi tidak membatasi tempat dimana software tersebut didistribusikan, dan lisensi harus berisi teknologi yang netral.
Fungsi
Beberapa fungsi software antara lain :
  • mengatur Input atau Output (I/O) dari PC
  • menyediakan dan mengatur serta memerintahkan hardware agar dapat berjalan dengan baik
  • menjalankan perintah-perintah tertentu seperti menggambar, memutar musik atau film.

Konfigurasi Router




Pendahuluan

Langkah inisialisasi yang digunakan untuk mengkonfigurasi router tidaklah terlalu sulit. Cisco IOS menyediakan banyak tool yang dapat digunakan untuk ditambahkan dalam file konfigurasi. Diharapkan setelah melewati modul ini, Anda akan mampu:
- Memberi nama ke router
- Setting password
- Memahami perintah show
- Mengkonfigurasi interface serial
- Mengkonfigurasi interface Ethernet
- Menjalankan perubahan router
- Menyimpan perubahan konfigurasi
- Mengkonfigurasi deskripsi interface
- Mengkonfigurasi message-of-the-day banner
- Mengkonfigurasi table host
- Memahami betapa pentingnya backup dan dokumentasi file konfigurasi

1. Konfigurasi router

CLI command mode
Semua konfigurasi CLI akan merubah router ke global configuration atau global config. Global config adalah mode konfigurasi paling utama. Global config digunakan dalam router untuk menjalankan perintah-perintah konfigurasi.
Prompt yang ditunjukkan pada mode global config:
Router#configure terminal
Router(config)#

Di bawah ini adalah beberapa mode yang dapat masuk ke mode global config:
- interface mode
- Line mode
- Router mode
- Subinterface mode
- Controller mode

Ketik exit dari salah satu mode di atas akan kembali ke mode global config. Penekanan Ctrl-Z akan kembali ke privileged EXEC mode.








Gambar 1.1 mode-mode di cisco router
Konfigurasi nama router
Sebuah router seharusnya mempunyai nama yang unique. Pemberian nama pada router adalah langkah awal konfigurasi router.
Router(config)#hostname Tokyo
Tokyo(config)#
Saat ditekan Enter, prompt akan berubah dari default hostname ke Tokyo.

Konfigurasi password
Password seharusnya selalu dikonfigurasikan untuk virtual terminal (vty) dan console terminal. Password juga berguna untuk mengontrol akses ke privileged EXEC mode sehingga hanya orang-orang tertentu yang hanya bias melakukan perubahan setting router.
Perintah di bawah ini digunakan untuk setup password pada console terminal:
Router(config)#line console 0
Router(config-line)#login
Router(config-line)#password <password >
Password harus di-set di satu atau lebih terminal vty untuk memberikan hak askes user yang melakukan koneksi melalui telnet. Umumnya cisco router memiliki terminal vty 0 sampai 4. Beberapa tipe lain mungkin memiliki jumlah terminal vty berbeda. Perintah berikut digunakan untuk setting password pada terminal vty:
Router(config)#line vty 0 4
Router(config-line)#login
Router(config-line)#password <password >
Perintah enable password dan enable secret digunakan untuk masuk ke privileged EXEC mode. Perintah enable password hanya digunakan jika
enable secret belum di-set. Perintah enable secret seharusnya digunakan, karena enable secret adalah password yang terenkripsi. Sedangkan enable password tidak terenkripsi. Di bawah ini adalah perintah yang digunakan untuk setup password:
Router(config)#enable password <password >
Router(config)#enable secret <password >
Kadang-kadang sangat tidak aman kalau membiarkan password dalam keadaan clear text di layar terminal console dari hasil perintah show running-config atau show startup-config. Untuk menghindari hal tersebut digunakan perintah seperti berikut:
Router(config)#service password-encryption
Perintah di atas akan memberikan tampilan password secara terenkripsi. Perintah enable secret menggunakan algoritma MD5 untuk enkripsi.

Gambar 1.2 konfigurasi password pada router

Perintah-perintah show
- Show interfaces – untuk menampilkan statistic semua interface router. Untuk menampilkan statistic interface tertentu, menggunakan perintah show interfaces diikuti dengan nomor port/slot interface seperti perintah di bawah ini.



Router#show interfaces serial 0/1
- Show controllers serial – menampilkan informasi khusus hardware interface. Perintah ini harus di-set termasuk nomor port/slot dari interface serial. Contoh :

Router#show controllers serial 0/1
- Show clock – menampilkan setting waktu di router.
- Show hosts – manmapilkan daftar cache dari nama host dan alamatnya.
- Show users – manmpilkan semua user yang konek ke router.


- Show history – menampilkan history dari perintah-perintah yang telah dilakukan.
- Show flash – menampilkan informasi tentang flash memory dan file-file IOS apa saja yang tersimpan di sana.
- Show version – menampilkan informasi tentang versi software yang sekarang sedang jalan lengkap dengan informasi hardware dan device.
- Show arp – menampilkan tabel ARP router.
- Show protocols – menampilkan status interface baik secara global maupun khusu dari protokol layer 3 yang terkonfigurasi.
- Show startup-config – menampilkan isi file konfigurasi yang tersimpan di NVRAM
- Show running-config – menampilkan isi file konfigurasi yang sedang jalan atau konfigurasi dari interface atau informasi map class.

Konfigurasi interface serial
Langkah-langkah untuk mengkonfigurasi interface serial adalah:
- Masuk ke global configuration mode
- Masuk interface mode
- Menentukan alamat interface dan subnet masknya
- Seting clock rate jika terhubung dengan kabel DCE. Tidak perlu seting clock rate jika terhubung dengan kabel DTE
- Hidupkan interface

Tiap-tiap interface serial harus memiliki IP address dan subnet mask untuk routing paket IP. Konfigurasi IP address sebagai berikut:
Router(config)#interface serial 0/0
Router(config-if)#ip address <ip address > <netmask >
Interface serial memerlukan sinyal clock untuk mengontrol timing dari komunikasi. Umumnya peralatan DCE seperti CSU/DSU memberikan clock itu. Secara default, cisco router adalah peralatan DTE tapi bias dikonfigurasi sebagai peralatan DCE.
Pada link serial yang terhubung langsung, seperti konfigurasi di Lab, salah satu sisi harus di-set sebagai DCE dan harus di-set sinyal clocknya. Untuk seting clock dan speed dengan menggunakan perintah clock rate. Clock rate yang disediakan dalam bits per second adalah 1200, 2400, 9600, 19200,38400, 56000, 64000, 72000, 125000, 148000, 500000, 800000, 1000000, 1300000, 2000000, atau 4000000. Setting tergantung dari kapasitas interface.
Secara default interface dalam keadaan off atau disabled. Untuk menghidupkannya atau enable dengan menggunakan perintah no shutdown. Jika ingin mengembalikan ke keadaan off lagi cukup dimasukkan perintah shutdown.
Di lab, clock rate biasanya di-set ke 56000. perintah yang digunakan untuk seting clock rate sebagai berikut:
amang@eepis-its.edu 34
Router(config)#interface serial 0/0
Router(config-if)#clock rate 56000
Router(config-if)#no shutdown
Gambar 1.3 perintah untuk konfigurasi interface serial
Melakukan perubahan konfigurasi
Sebelum melakukan perubahan, biasanya melihat dulu configurasi yang sedang jalan dengan perintah show running-config. Jika variable yang ditampilkan tidak benar, untuk memperbaikinya dengan cara seperti berikut:
- Gunakan no di depan perintah
- Kembalikan file konfigurasi awal dari NVRAM
- Salin file konfigurasi dari TFTP server
- Hapus file startup konfigurasi dengan perintah erase startup-config, kemudian restart dan masuk ke setup mode

Untuk menyimpan konfigurasi ke file startup konfigurasi dalam NVRAM, masuk ke privileged EXEC mode. Seperti perintah di bawah ini.
Router#copy running-config startup-config
amang@eepis-its.edu 35
Gambar 1.4 Prosedur perubahan konfigurasi router
Konfigurasi interface ethernet
Setiap interface ethernet harus memiliki IP address dan subnet mask untuk routing paket IP.
Untuk mengkonfigurasi interface Ethernet dengan cara sebagai berikut:
- Masuk ke global config
- Masuk ke interface config
- Tentukan interface address dan subnet mask
- Enable interface

Secara default, interface Ethernet dalam keadaan off atau disabled. Untuk meng-on-kan dengan perintah no shutdown. Jika ingin dikembalikan off dengan perintah shutdown.
Gambar 1.5 konfigurasi interface ethernet
2. Konfigurasi akhir

Pemberian deskripsi dari interface sangat penting untuk membantu user tentang informasi yang berhubungan dengan interface, apalagi untuk jaringan skala besar sangat penting sekali pemberian deskripsi ini.
Deskripsi juga akan tampil di file konfigurasi, meskipun pemberian deskripsi tidak akan memberikan pengaruh apa-apa ke sistem.
Gambar 2.1 pemberian deskripsi suatu interface
amang@eepis-its.edu 36
Untuk mengkonfigurasi deskripsi interface, masuk ke global config. Kemudian masuk ke interface config dengan menggunakan perintah description seperti berikut ini:
- Gunakan perintah configure terminal untuk masuk ke global config
- Masukkan interface yang akan dikonfigurasi,misal interface ethernet 0
- Masukkan deskripsi, misalnya XYZ Network, Building 18
- Gunakan tombol Ctrl-Z untuk keluar interface config dan kembali ke privileged EXEC mode
- Gunakan perintah copy running-config startup-config untuk menyimpan perubahan konfigurasi ke NVRAM

Berikut adalah contoh deskripsi interface:
interface ethernet 0
description LAN Engineering, Bldg.2
interface serial 0
description ABC network 1, Circuit 1
Gambar 2.2 pemberian deskripsi interface
Login banner
Adalah pesan yang tampil pada saat login. Login banner dapat digunakan untuk menyampaikan pesan untuk semua user. Misalnya berupa pesan ”Welcome” sebagai pesan sambutan untuk user yang login ke router.
Gambar 2.3 contoh login banner
amang@eepis-its.edu 37
Konfigurasi message-of-the-day (MOTD)
Masuk ke global config untuk mengkonfigurasi MOTD banner. Gunakan perintah banner motd, diikuti oleh spasi dan karakter pemisah seperti tanda pound (#). Seperti contoh di bawah ini:
- Gunakan perintah configure terminal untuk masuk ke global config
- Masukkan perintah banner motd # <message of the day> #
- Lakukan perintah copy running-config startup-config untuk menyimpan perubahan

Gambar 2.4 konfigurasi message-of-the-day (MOTD)
Resolusi nama host
Adalah proses dimana system computer menggunakan hostname dengan IP address. Untuk menggunakan hostname komunikasi dengan peralatan IP yang lain, peralatan jaringan seperti router harus diasosiasi dengan IP addressnya. Cisco IOS memaintain cache pemetaan dari name ke address dengan perintah EXEC. Kecepatan dari cache mempengaruhi kecepatan konversi dari nama ke address.
Hostname di sini berbeda dengan DNS, dimana hostname hanyalah nama di router.
Gambar 2.5 hostname resolution
Konfigurasi tabel hostname
Untuk melakukan konfigurasi tabel hostname, pertama masuk ke global config dengan perintah ip host diikuti dengan IP address tujuan. Untuk melakukan testing konektivitas ke host gunakan perintah telnet atau ping diikuti IP address dari tujuan. Prosedur untuk mengkonfigurasi tabel host sebagai berikut:
- Masuk ke global config
- Masukkan perintah ip host diikuti dengan nama router atau IP address router yang dituju
- Ulangi langkah di atas sampai semua router bisa dipanggil
- Simpan konfigurasi ke NVRAM

amang@eepis-its.edu 38
Gambar 2.6 konfigurasi tabel host
Backup file konfigurasi
Konfigurasi seharusnya disimpan dan di-backup untuk keperluan seandainya nantinya terjadi masalah dengan sistem. Konfigurasi dapat disimpan di server jaringan (TFTP server) atau dalam disk yang tersimpan aman di suatu tempat.
Untuk menyimpan konfigurasi yang sedang jalan ke TFTP server gunakan perintah copy running-config tftp, seperti langkah-langkah berikut ini
- Ketik perintah copy running-config tftp
- Masukkan IP address dari TFTP server
- Masukkan nama file konfigurasi
- Jawab yes untuk konfirmasi

File konfigurasi yang tersimpan pada server jaringan dapat digunakan untuk mengkonfigurasi router. Untuk melakukannya dengan cara sebagai berikut:
- Gunakan perintah copy tftp running-config
- Pilih file konfigurasi yang mau dimasukkan ke router. Kemudian masukkan IP address remote host dimana TFTP server berada
- Masukkan nama file konfigurasi atau gunakan default name. Default name adalah hostname-config untuk file host dan network-config untuk file konfigurasi jaringan. Contoh nama file: router.cfg

Untuk menyimpan konfigurasi ke disk, dengan cara capture text pada router dan simpan.
Gambar 2.7 perintah backup konfigurasi
Kesimpulan
Router memiliki mode-mode sebagai berikut:
- User EXEC mode
- Privileged EXEC mode
- Global configuration mode

amang@eepis-its.edu 39

- Mode konfigurasi lainnya